Maliki:Pedoman Penulisan
Pedoman ini merupakan pedoman bagi sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menyusun artikel untuk Maliki Encyclopedia.
Pedoman ini bertujuan memastikan artikel memiliki karakter ensiklopedis, akademik, berbasis sumber, objektif, sistematis, serta mencerminkan karakter khas Maliki Encyclopedia, termasuk integrasi Islam dan sains apabila hubungan tersebut relevan secara substantif.
Prinsip Penulisan
Prinsip Ensiklopedis
Artikel ditulis untuk menjelaskan dan mengorganisasikan pengetahuan secara sistematis bagi pembaca.
Artikel bukan merupakan opini pribadi, promosi, iklan, propaganda, laporan kegiatan, atau media untuk menyampaikan klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Prinsip Akademik
Artikel disusun berdasarkan pengetahuan akademik dan sumber yang relevan.
Prinsip Objektivitas
Artikel menggunakan bahasa yang objektif dan proporsional. Perbedaan pandangan akademik yang relevan dapat disajikan secara proporsional.
Prinsip Berbasis Sumber
Informasi dan klaim penting harus memiliki dasar sumber yang memadai.
Prinsip Kepengarangan
Artikel ditulis oleh sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertanggung jawab atas substansi akademiknya.
Prinsip Kontekstual
Konteks UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat digunakan apabila relevan dengan pembahasan, tetapi tidak boleh dipaksakan.
Prinsip Relasi Islam–Sains yang Bermakna
Integrasi Islam dan sains merupakan karakter khas Maliki Encyclopedia, tetapi tidak boleh dilakukan secara artifisial.
Penyebutan ayat, hadis, istilah Islam, atau istilah sains tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya integrasi.
Prinsip Keterhubungan Pengetahuan
Artikel dapat dihubungkan dengan artikel lain melalui tautan internal dan bagian Lihat pula apabila terdapat hubungan yang substantif.
Prinsip Pengembangan Terbuka
Artikel dapat diperbaiki dan diperbarui berdasarkan perkembangan pengetahuan, sumber baru, dan evaluasi editorial melalui mekanisme penyuntingan dan riwayat versi MediaWiki.
Struktur Artikel
Struktur minimum artikel terdiri atas:
- Pendahuluan
- Pembahasan
- Lihat pula
- Referensi
Struktur tersebut merupakan struktur minimum dan tidak harus diterapkan secara kaku.
Penulis dapat menambahkan subbagian sesuai karakter dan kebutuhan pembahasan.
Jenis artikel menentukan pola pembahasan, sedangkan struktur dasar menyediakan kerangka minimum.
Pendahuluan
Bagian Pendahuluan memberikan gambaran awal mengenai topik yang dibahas.
Pendahuluan dapat menjelaskan:
- objek atau topik artikel;
- konteks penting yang diperlukan pembaca; dan
- ruang lingkup pembahasan apabila diperlukan.
Pendahuluan harus membawa pembaca kepada pokok persoalan secara jelas dan tidak berubah menjadi opini pribadi atau pembahasan yang tidak relevan.
Pembahasan
Pembahasan merupakan bagian utama artikel dan disesuaikan dengan jenis artikel.
Konsep
Pembahasan dapat mencakup definisi, asal-usul atau perkembangan konsep, karakteristik, unsur atau komponen, penerapan, dan relevansi.
Tokoh
Pembahasan dapat mencakup identitas, latar belakang, perjalanan intelektual, pemikiran, karya, pengaruh, dan relevansi.
Istilah
Pembahasan dapat mencakup definisi, etimologi apabila relevan, penggunaan istilah, konteks keilmuan, dan pembedaan dari istilah terkait.
Disiplin Ilmu
Pembahasan dapat mencakup pengertian, objek kajian, ruang lingkup, perkembangan, pendekatan atau metode, serta hubungan dengan disiplin lain.
Teori
Pembahasan dapat mencakup pengertian, latar belakang, gagasan utama, unsur, perkembangan, dan penggunaan dalam penelitian.
Institusi
Pembahasan dapat mencakup latar belakang, sejarah, fungsi, karakteristik, kontribusi, dan perkembangan.
Fenomena
Pembahasan dapat mencakup pengertian, konteks, karakteristik, faktor terkait, perkembangan, dan kajian akademik.
Teknologi
Pembahasan dapat mencakup pengertian, prinsip atau cara kerja pada tingkat yang relevan, perkembangan, penggunaan, manfaat, keterbatasan, dan implikasi apabila relevan.
Karya
Pembahasan dapat mencakup identitas karya, latar belakang, isi atau gagasan utama, konteks penciptaan, kontribusi, dan pengaruh apabila didukung sumber.
Integrasi Islam dan Sains
Pembahasan dapat mencakup objek keilmuan, perspektif Islam yang relevan, perspektif keilmuan yang relevan, dialog atau hubungan epistemik, serta kontribusi atau implikasi integrasi.
Artikel jenis ini harus menunjukkan hubungan Islam dan sains secara substantif dan tidak sekadar menempatkan kutipan ayat, hadis, atau istilah keislaman.
Relasi Islam–Sains
Relasi Islam–Sains dalam metadata menggunakan klasifikasi berikut:
| Kode | Relasi Islam–Sains |
|---|---|
| IS-0 | Tidak Relevan |
| IS-1 | Nilai/Etika |
| IS-2 | Perspektif |
| IS-3 | Dialog Keilmuan |
| IS-4 | Integrasi Substantif |
IS-0 Tidak Relevan merupakan pilihan yang sah.
Tidak semua artikel harus memiliki relasi Islam–sains.
Untuk IS-1 sampai IS-4, hubungan tersebut harus dapat dijelaskan secara akademik dan tercermin dalam isi artikel.
Khusus IS-4, penulis harus dapat menunjukkan bentuk integrasi substantif dan dasar akademiknya.
Sumber, Sitasi, dan Referensi
Prioritas Sumber
Sumber diprioritaskan berdasarkan:
- sumber akademik primer dan otoritatif;
- sumber institusional;
- sumber referensi akademik; dan
- sumber daring yang dapat dipertanggungjawabkan.
Verifiabilitas
Sumber harus dapat ditelusuri.
Informasi bibliografis disajikan secukupnya untuk memungkinkan pembaca menemukan sumber yang digunakan.
Sitasi
Sitasi digunakan untuk menunjukkan dasar informasi atau pernyataan yang memerlukan dukungan sumber.
Sitasi terutama diperlukan untuk klaim faktual, definisi, data, sejarah, teori, temuan penelitian, pandangan tokoh, serta klaim mengenai relasi Islam–sains.
Kutipan Langsung
Kutipan langsung digunakan secara terbatas dan harus disajikan secara akurat.
Parafrasa
Parafrasa harus menggunakan formulasi penulis sendiri tanpa mengubah makna sumber dan tetap mencantumkan sumber.
Larangan
Penulis tidak diperkenankan:
- membuat sumber fiktif;
- mencantumkan referensi yang tidak digunakan;
- menyajikan klaim tanpa dasar yang memadai;
- memanipulasi sitasi; atau
- melakukan plagiarisme.
Lihat pula dan Tautan Internal
Bagian Lihat pula digunakan untuk menghubungkan artikel dengan artikel Maliki Encyclopedia lain yang memiliki hubungan substantif.
Tautan internal digunakan secara selektif pada istilah atau konsep yang relevan.
Tautan tidak dibuat secara berlebihan hanya untuk memperbanyak hubungan antarartikel.
Bahasa dan Penyajian
Artikel menggunakan bahasa yang:
- akademik;
- jelas;
- objektif;
- sistematis; dan
- konsisten.
Artikel tidak menggunakan bahasa promosi atau bahasa yang mengarahkan pembaca kepada penilaian tertentu tanpa dasar yang memadai.
Istilah teknis digunakan secara konsisten sesuai konteks keilmuan.
Checklist Sebelum Pengajuan
Identitas dan Kepengarangan
- Penulis merupakan sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
- Nama penulis benar.
- Unit dicantumkan apabila diperlukan.
- Penulis bertanggung jawab atas substansi artikel.
Metadata
- Jenis artikel sudah benar.
- Bidang utama sudah benar.
- Bidang terkait diisi apabila relevan.
- Perspektif keilmuan sudah benar.
- Relasi Islam–Sains sesuai dengan isi artikel.
Struktur
- Pendahuluan tersedia.
- Pembahasan tersedia.
- Lihat pula digunakan apabila relevan.
- Referensi tersedia.
- Subbagian sesuai dengan jenis artikel.
Substansi
- Topik jelas.
- Informasi relevan.
- Klaim penting memiliki dasar.
- Artikel tidak berupa opini atau promosi.
- Perbedaan pandangan akademik disajikan secara proporsional.
Sumber dan Sitasi
- Sumber relevan.
- Sumber dapat ditelusuri.
- Sumber akademik atau otoritatif diprioritaskan.
- Sitasi sesuai dengan sumber.
- Tidak ada referensi yang hanya menjadi hiasan.
Relasi Islam–Sains
- Relasi Islam–sains memang relevan apabila menggunakan IS-1 sampai IS-4.
- Hubungan tersebut dijelaskan dalam artikel.
- Dasar keislaman dapat ditelusuri.
- Dasar keilmuan dapat ditelusuri.
- Tidak terdapat integrasi yang dipaksakan.
Keterhubungan Pengetahuan
- Tautan internal relevan.
- Lihat pula relevan.
- Tidak terdapat tautan yang berlebihan.
Bahasa
- Bahasa jelas.
- Bahasa objektif.
- Terminologi konsisten.
- Ejaan dan tata bahasa telah diperiksa.
Pemeriksaan Akhir
Sebelum artikel diajukan kepada editor, penulis perlu memastikan:
Apakah artikel ini sudah layak dibaca oleh publik sebagai artikel ensiklopedia akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang?
Jika belum, artikel diperbaiki terlebih dahulu.
Jika sudah, artikel dapat diajukan untuk proses editorial.
Prinsip Akhir
Maliki Encyclopedia mengutamakan kualitas pengetahuan, keterlacakan sumber, tanggung jawab akademik, dan integrasi Islam–sains yang substantif; bukan sekadar banyaknya artikel, referensi, atau atribut metadata.