Lompat ke isi

Sains Integratif

Dari Maliki Encyclopedia
Revisi sejak 16 September 2026 20.24 oleh Kontributor1 (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Sains Integratif adalah pendekatan epistemologis dan metodologis dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang memadukan wahyu keagamaan (tekstual/normatif) dengan sains modern (empiris/rasional).[1] Konsep ini bertujuan untuk menghapus dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yang berkembang pasca-Renaisans di Barat.

Dalam tradisi akademik perguruan tinggi keagamaan Islam, khususnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sains integratif mewujud dalam model **Pohon Ilmu** yang menempatkan al-Qur'an dan al-Hadis sebagai akar utama, serta ilmu-ilmu alam, sosial, dan humaniora sebagai dahan dan buahnya.[2]

Sejarah dan Latar Belakang

Gagasan integrasi sains dan Islam mulai mengemuka secara global pada akhir abad ke-20, dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Naquib al-Attas, Ismail Raji al-Faruqi, dan Ziauddin Sardar. Di Indonesia, penerapannya makin menguat seiring transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) pada awal tahun 2000-an.

Prinsip-Prinsip Utama

Sains integratif berdiri di atas beberapa prinsip dasar:

  • Keesaan Kebenaran (Tawhid): Kebenaran ayat-ayat kauniyah (alam semesta) tidak bertentangan dengan ayat-ayat qawliyah (kitab suci).
  • Aksen Etis dan Spiritual: Pemanfaatan teknologi dan sains wajib dilandasi etika moral Islam demi kemaslahatan umat.
  • Non-Dikotomis: Menolak pemisahan tegas antara ilmu profan dan ilmu sakral.

Penerapan dalam Kurikulum

Implementasi sains integratif dilakukan melalui beberapa pendekatan:

  1. Integrasi Konseptual: Memasukkan nilai-nilai etik Qur'ani ke dalam silabus matakuliah sains sains seperti Fisika, Biologi, dan Informatika.
  2. Integrasi Metodologis: Menggunakan metode riset ilmiah berbasis observasi yang dipadukan dengan kajian tafsir tekstual.[2]

Lihat Pula

Referensi

  1. ↑ Kharis, A. (2021). *Epistemologi Sains Islam*. Malang: UIN Maliki Press, hlm. 12.
  2. ↑ 2,0 2,1 Pusat Perpustakaan UIN Malang. (2023). *Model Integrasi Ulul Albab*. Jurnal Kelautan Keilmuan, 5(1), 45-50.